DISKUSI KOLABORASI HILIRISASI HASIL RISET
MATARAM, 29 Oktober 2024. Sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Mataram, yaitu Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Mataram, dan Universitas Bumi Gora (UBG) yang diinisiasi oleh Fakultas Peternakan-Universitas Nahdlatul Wathan Mataram menggelar diskusi kolaborasi hilirisasi hasil riset bersama Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA). Forum strategis ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara temuan akademik di laboratorium dengan aplikasi dan komersialisasi di pasar nyata, khususnya dalam sektor pertanian dan ekonomi pedesaan. Dengan fokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, diskusi ini menekankan perlunya sinergi yang konkret antara inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan petani.
Dalam diskusi tersebut, masing-masing universitas memaparkan potensi hasil riset unggulan yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut, mulai dari teknologi pascapanen, varietas tanaman lokal unggul, hingga model usaha pertanian terpadu. Perwakilan PRISMA menyampaikan kerangka dukungan dan mekanisme kemitraan yang dapat memfasilitasi proses hilirisasi, termasuk akses ke pasar, pendampingan bisnis, serta koneksi dengan jaringan petani dan pelaku usaha. Kolaborasi ini diharapkan dapat mentransformasi hasil penelitian menjadi produk, jasa, atau praktik yang memiliki nilai ekonomi langsung, sehingga memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk membentuk platform kolaborasi yang lebih terstruktur, termasuk rencana penyusunan proposal kegiatan bersama, pilot project hilirisasi untuk beberapa riset prioritas, serta program pertukaran pengetahuan dan capacity building. Para pihak sepakat bahwa pendekatan multipihak antara akademisi, program pembangunan, dan sektor swasta adalah kunci untuk mempercepat inovasi yang berdampak. Diharapkan, kerja sama ini tidak hanya meningkatkan relevansi dan kontribusi nyata perguruan tinggi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di NTB, sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.